-->

Translate

Rabu, 06 Juni 2012

Pantai Bunaken (Manado)



Taman Nasional Laut Bunaken didirikan tahun 1991 dan terletak di Teluk Manado, propinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Secara keseluruhan Taman Laut Bunaken memiliki area seluas 75.265 hektare dengan lima pulau yang berada di dalamnya, yaitu Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Nain.
Secara geografis Taman Nasional Bunaken dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian utara dan bagian selatan. Bagian utara meliputi lima pulau, dan daerah pesisir antara Molas hingga Tiwoho yang disebut Pesisir Molas-Wori. Bagian selatan seluruhnya terdiri daerah pesisir antara Desa Poopoh dan Desa Popareng yang disebut Pesisir Arakan-Wawontulap. Di wilayah ini, terdapat 22 desa dengan jumlah penduduk sekitar 35 ribu jiwa. Sebagian besar berprofesi sebagai petani dan nelayan serta 25%-nya bekerja pada bidang pariwisata. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Pulau Bunaken dapat di tempuh dengan kapal cepat (speed boat) atau kapal sewaan dengan perjalanan sekitar 30 menit dari pelabuhan kota Manado. Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Bunaken. Taman laut ini memiliki biodiversitas kelautan salah satu yang tertinggi di dunia. Selam scuba menarik banyak pengunjung ke pulau ini. Secara keseluruhan taman laut Bunaken meliputi area seluas 75.265 hektare dengan lima pulau yang berada di dalamnya, yakni Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen. Meskipun meliputi area 75.265 hektare, lokasi penyelaman (diving) hanya terbatas di masing-masing pantai yang mengelilingi kelima pulau itu.
Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut.
Sebagian besar dari 12 titik penyelaman di Pulau Bunaken berjajar dari bagian tenggara hingga bagian barat laut pulau tersebut. Di wilayah inilah terdapat underwater great walls, yang disebut juga hanging walls, atau dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Dinding karang ini juga menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Pulau Bunaken.
Sayang sekali akibat nama besarnya, banyak orang Indonesia yang bahkan tidak pernah menginjakkan kakinya di Tanah Lumimuut, merasa telah mengenal dan tahu tentang Bunaken, bicara tentang Taman Nasional Bunaken, berarti berbicara tentang International Heritage and a miracle of Bunaken. Banyak peneliti dari luar negeri sangat menyayangkan kesalahan informasi dari Indonesia. Bunaken lebih daripada sekedar tahu dalam buku, Bunaken adalah pengalaman menyelam.

 
Untuk menuju Taman Nasional Laut Bunaken dengan pesawat udara, kita terlebih menuju Bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado. Banyak penerbangan yang menuju kesana dari Jakarta, seperti dengan Garuda Indonesia, Lion Air dan Batavia Air. Harga tiketnya bervariasi, mulai dari 1.3 juta sampai dengan 2 juta untuk pulang pergi, tergantung dengan waktu keberangkatan dan promosi dari penerbangan yang bersangkutan.

Dari Kota Manado ke Bunaken memakan waktu sekitar 45 sampai 60 menit dengan perahu. Banyak Resort atau Hotel di Bunaken yang mengatur perjalanan untuk tamu mereka. Kita juga dapat menggunakan transportasi umum ke Bunaken dari sisi utara pasar Manado setiap hari Senin sampai Sabtu sekitar jam 2-3 Sore dengan tarif Rp 25.000 untuk wisatawan dan Rp 10.000 untuk penduduk lokal. Sedangkan dari Bunaken ke Manado berangkat sekitar jam 8-8.30 pagi hari dari dermaga di desa Bunaken dengan harga yang sama.
 
Waktu terbaik berkunjung ke Taman Nasinal Laut Bunaken adalah pada bulan Mei sampai Agustus. Pada September 2008, tiket masuk ke Bunaken Rp 50.000 per hari atau Rp 150.000 per tahun kalender sedangkan untuk anak-anak di bawah 10 tahun tidak membayar. Sebagai bukti pembayaran, Anda akan menerima tag plastik tahan air yang harus selalu di bawa setiap saat.
Pada tahun 2008, Taman Laut Bunaken dikunjungi 32.760 wisatawan asing, sedangkan di tahun berikutnya meningkat menjadi 51 ribu wisatawan mancanegara.
 
Menyelam memang merupakan cara terbaik bila Anda ingin secara utuh dan jelas menikmati keindahan panorama bawah laut Bunaken. Tersedia 23 tempat snorkeling atau penyelaman. Tak usah repot-repot bawa alat menyelam sendiri karena di sana disewakan alat-alat dengan harga berkisar Rp 100 ribu per hari.
Terdapat sekitar 91 jenis ikan di perairan Taman Nasional Bunaken, diantaranya Ikan Badut (Clown Fish), ikan kuda gusumi (Hippocampus kuda), oci putih (Seriola rivoliana), lolosi ekor kuning (Lutjanus kasmira), goropa (Ephinephelus spilotoceps dan Pseudanthias hypselosoma), ila gasi (Scolopsis bilineatus), dan lain-lain.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar