Senin, 04 Juni 2012

Gnung Agung (Bali)


Gunung Agung adalah gunung tertinggi di Baliengan, dengan ketinggian 3.142 mdpl, terletak di kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem - Bali... Gunung yang di anggap suci sebagai simbol ke-Tuhanan yang sangat di puja. Gunung ini juga yang hingga kini kerap dijadikan tujuan pendakian bagi para penggemar kegiatan pendakian gunung. Biasanya menuju Gunung Agung kemudian menuju Gunung Rinjani di Lombok Nusa Tenggara Barat atau sebaliknya.Gunung Agung adalah gunung berapi tipe stratovolcano, gunung ini memiliki kawah yang sangat besar dan sangat dalam yang kadang-kadang mengeluarkan asap dan uap air. Dari Pura Besakih gunung ini nampak dengan kerucut runcing sempurna, tetapi sebenarnya puncak gunung ini memanjang dan berakhir pada kawah yang melingkar dan lebar.

Dari puncak gunung Agung kita dapat melihat puncak Gunung Rinjani yang berada di pulau Lombok di sebelah timur, meskipun kedua gunung tertutup awan karena kedua puncak gunung tersebut berada di atas awan, kepulauan Nusa Penida di sebelah selatan beserta pantai-pantainya, termasuk pantai Sanur serta gunung dan danau Batur di sebelah barat laut.

Gunung berapi ini mulanya memiliki ketinggian sekitar 3.142 meter di atas pemukaan laut, namun setelah meletus pada tahun 1963 diperkirakan ketinggiannya turun menjadi 2.920 — 3.014 meter dpl. Saat ini, puncak tertinggi Gunung Agung terletak di bagian barat daya, tepat di atas Pura Besakih.

Bagi masyarakat Bali, Gunung Agung adalah gunung suci yang merupakan pertanda keagungan Yang Maha Kuasa. Satu kejadian yang cukup menggemparkan terjadi ketika Gunung Agungmeletus pada tahun 1963 dan menewaskan sekitar 1.000 orang serta merusak lebih dari 100.000 rumah penduduk. Namun, anehnya bencana alam tersebut tidak membuat kerusakan yang berarti terhadap Pura Agung Besakih yang letaknya kira - kira hanya 1 km dari kawah Gunung Agung.

Kejadian lainnya, kira - kira 40 hari sebelum bencana letusan Gunung Agung terjadi, pemerintah Indonesia telah mencanangkan event Ekadasa Rudra ( perayaan setiap seratus tahun Pura Besakih ) pada tanggal 8 Maret 1963 sebagai event kunjungan wisata internasional. Meskipun sejak akhir bulan Februari 1963 Gunung Agung mulai menunjukkan aktivitas yang cukup membahayakan, seperti menyemburkan asap, debu, serta mengeluarkan suara gemuruh, akan tetapi pemerintah Indonesia enggan mengundurkan tanggal penyelenggaraan ritualtersebut.
Namun pada akhirnya, event itu ditangguhkan juga hingga tahun 1979 karena alasan keselamatan para wisatawan. Yang cukup mengherankan, letusan dahsyat Gunung Agung baru benar - benar terjadi pada tanggal 17 Maret 1963 ( versi yang lain menyebutkan tanggal 18 Maret ) setelah para turis meninggalkan lokasi rencana perayaan Ekadasa Rudra tersebut.

Gunung Agung termasuk obyek wisata pendakian terkemuka di Indonesia. Sebagai gunung berapi yang masih aktif, Gunung Agung menyajikan panorama kepulan asap dan semburan pasir dan kerikil dari lubang kawah yang menganga dengan diameter 500 meter. Jika cuaca sedang cerah, dari puncak gunung ini wisatawan dapat menikmati pemandangan kota - kota di sekitarnya. Keindahan alam inilah yang menarik wisatawan untuk mendaki puncak Gunung Agung.

Supaya aktivitas pendakian berjalan aman, ada beberapa pantangan yang harus dihindari oleh para pendaki gunung ini. Pantangan pertama adalah mendaki saat berlangsungnya perayaan keagamaan di Pura Besakih maupun Pura Pasar Agung. Pantangan lainnya, bagi wisatawan perempuan sebaiknya tidak mendaki ketika sedang datang bulan. Sebab, menurut kepercayaan masyarakat setempat, apabila dua pantangan tersebut dilanggar akan mengundang musibah.

Untuk aktivitas pendakian, pendaki dapat menempuh dua jalur, yaitu rute dari Pura Besakihdan rute dari Pura Pasar Agung. Rute dari Pura Besakih boleh dibilang cukup populer, karena melalui rute ini pendaki akan sampai di puncak tertinggi Gunung Agung. Dari Pura Besakih, pendaki dapat menempuh perjalanan hingga ke tempat perkemahan dengan waktu tempuh sekitar 4 jam berjalan kaki.

Selanjutnya, pendakian terakhir melewati punggung gunung yang cukup datar hingga mencapai puncak / tubir kawah dengan waktu tempuh + 2 jam. Sementara itu, pendakian dari Pura Pasar Agung menuju puncak memakan waktu antara 3 — 4 jam. Hanya saja jalur pendakian melalui rutePura Pasar Agung jauh lebih terjal dibandingkan dengan rute Pura Besakih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar