Minggu, 03 Juni 2012

Candi Muara Takus



Candi Muara Takus merupakan sisa peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya, kerajaan yang disegani pada masanya. Candi yang terletak di Riau ini, sungguh megah dan bersejarah.

Indonesia mempunyai banyak candi-candi yang megah dan bersejarah, seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Tidak hanya di Pulau Jawa, di Riau terdapat salah satu candi yang diagungkan yaitu Candi Muara Takus. Candi ini terletak di Desa Muara Takus, Kabupaten Kampar, Riau dan berjarak sekitar 3 jam dari Kota Pekanbaru.

 komplek candi ini dikelilingi oleh dinding 74 m x 74 m, di luar arealnya terdapat pula tembok tanah berukuran 1,5 x 1,5 kilometer yang mengelilingi kompleks ini sampai ke pinggir sungai Kampar Kanan. Di dalamnya terdapat Candi Tua, Candi Bungsu, Mahligai Stupa dan Palangka, serta gundukan yang diyakini menjadi tempat untuk kremasi.

Candi Muara Takus adalah bukti penyebaran agama Buddha di Pulau Sumatera, Riau khususnya. Hingga kini, candi ini digunakan oleh umat Buddha untuk beribadah dan perayaan hari-hari besar, seperti Waisak. 

Bangunan komplek candi ini sangat besar dan megah. Terdapat tiga jenis bebatuan yang berbeda, yaitu batu sungai, batu bata pasir, dan tanah. Arsitektur stupa dan bangunannya pun mirip dengan candi-candi di Myanmar. Anda bisa berjalan mengelilingi candi ini dan juga berfoto. Tempatnya sangat asri, bersih dan nyaman untuk dikunjungi.

Candi Muara Takus merupakan candi tertua yang pernah ditemukan di Pulau Sumatera dan peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan yang besar dan disegani pada masanya. Candi ini pun digunakan oleh Sriwijaya untuk menyebarkan dan mengajarkan agama Buddha. Letaknya yang strategis, di dekat Sungai Kampar, menjadikan tempat persinggahan yang strategis bagi para pelancong dan masyarakat sekitar pada masa silam untuk mempelajari agama Buddha.
Candi Muara Takus adalah destinasi wisata yang menarik di Riau. Sempatkanlah berkunjung ke sana untuk menghayati dan mempelajari warisan dari Kerajaan Sriwijaya untuk bangsa ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar